KALTIM - Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang sempat diwarnai ketegangan, akhirnya berhasil menyelesaikan polemik dan menghasilkan pemimpin baru.
Andrie Afrizal secara resmi terpilih secara aklamasi untuk memimpin KNPI Kaltim.
Keputusan ini diambil setelah salah satu calon kandidat, Imam Ahmad, dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan oleh panitia.
Ketua Steering Committee (SC) Musda KNPI Kaltim, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa Imam Ahmad tidak bisa melengkapi beberapa berkas penting, termasuk Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba.
Selain itu, dukungan dari beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diajukan oleh Imam Ahmad juga dinyatakan tidak sah karena tidak terdaftar dalam Kongres.
"Imam Ahmad tidak menyerahkan SKCK, surat bebas narkoba, dan ada dukungan OKP yang tidak terdaftar. Berkasnya tidak lengkap," ujar Ketua SC.
Baca juga: Seremonial terus, Pasar Rau Tetap Semrawut, KNPI: Berani Cabut Izin PT Pesona, Pak Wali?
Di sisi lain, Andrie Afrizal, calon tunggal yang tersisa, dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Kelengkapan berkas inilah yang mengantarnya menjadi pemimpin KNPI Kaltim secara aklamasi.
Dengan terpilihnya Andrie, Musda KNPI Kaltim akhirnya dapat berjalan dengan lancar dan kondusif, mengakhiri ketegangan yang sempat terjadi.
Kepemimpinan Andrie Afrizal diharapkan mampu membawa KNPI Kaltim menuju arah yang lebih baik dan solid dalam menggerakkan potensi pemuda di provinsi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung