KALTIM - Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Agus Haris, kembali melontarkan peringatan keras yang menggemparkan.
Dengan nada tegas, ia memastikan tidak ada lagi tempat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah (TKD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang coba-coba main api dengan narkoba.
"Iya saya ingatkan lagi, bagi pegawai ASN maupun TKD yang masih saja terlibat dengan narkoba, sudah dipastikan mendapatkan sanksi pemecatan secara langsung," tegas Agus Haris beberapa waktu lalu, seolah tak memberi celah sedikit pun.
"Apalagi sebagai pengedar," imbuhnya.
Baca juga: Lantik 329 ASN, Wali Kota Andi Harun Tegaskan Kepemimpinan Bukan Lagi Soal Senioritas
Pernyataan Wawali ini menunjukkan sikap mutlak dan tanpa toleransi terhadap barang haram tersebut.
Ia beralasan, seseorang yang sudah terjerumus narkoba, selain merusak fisik dan mental, juga dipastikan tidak akan lagi memiliki pemikiran yang jernih.
Hal ini tentu akan berdampak besar pada kualitas pelayanan publik dan integritas birokrasi.
Dengan ancaman pemecatan langsung, ini menjadi sinyal paling serius dari Pemkot Bontang bahwa komitmen bebas narkoba bukan sekadar slogan, melainkan aturan yang akan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Namun, di balik ketegasan terhadap pegawainya, Wawali Agus Haris juga melontarkan kritik pedas yang mengejutkan.
Ia justru menunjuk hidung negara sebagai pihak yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas masih maraknya kasus narkoba.
"Jelas yang bertanggung jawab negara, ini produk manusia," ucapnya lantang.
Ia menyoroti fakta bahwa barang haram tersebut masih saja bebas keluar masuk, baik melalui jalur pengiriman udara maupun laut.
"Asalnya dari manapun masih saja bisa masuk ke negara kita. Artian pemerintah belum benar-benar ada ketegasan dalam pemberantasan narkoba," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Radarbontang.com