KALTIM - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin langsung Apel Persiapan Akhir Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kota Bontang yang digelar di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Senin pagi.
Apel besar ini diselenggarakan sebagai penanda kesiapan total sekaligus pelepasan resmi bagi ratusan petugas lapangan sebelum mereka diterjunkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melaksanakan pendataan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Kota Bontang.
Dalam amanatnya, Neni menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda krusial yang menjadi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan wajib dilaksanakan secara berkala setiap sepuluh tahun sekali.
Baca juga: Gandeng ICMI dan HNSI, Kepala DKP3 Bontang Matangkan Strategi Ekonomi Biru di Pesisir
Ia menilai pelaksanaan SE 2026 merupakan momentum penting bagi daerah untuk memperoleh basis data terkini mengenai berbagai dinamika aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari skala usaha mikro hingga perusahaan besar.
Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Senin (15/6) pagi.
Respons Pertumbuhan Ekonomi Digital di Kota Bontang
Neni menjelaskan bahwa pergeseran pola ekonomi yang saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi serta pertumbuhan ekonomi digital yang masif, menuntut tersedianya data yang akurat dan mutakhir.
Oleh sebab itu, ia menginstruksikan agar seluruh pelaku usaha di Kota Bontang terdata secara menyeluruh tanpa ada yang terlewat agar arah pembangunan ekonomi daerah ke depan semakin tepat sasaran.
Baca juga: Luluskan 310 Siswa, SMPN 1 Bontang Terima Apresiasi Khusus dari Wali Kota
Wali Kota turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS Kota Bontang serta seluruh jajaran kepanitiaan yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan sensus.
Kepada ratusan petugas lapangan yang akan bersentuhan langsung dengan warga, Neni berpesan agar mereka menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjaga nilai integritas, serta selalu mengedepankan sikap santun saat berinteraksi dengan para pelaku usaha.
Para petugas juga diwajibkan untuk selalu menggunakan atribut resmi, membawa surat tugas, serta kartu identitas lengkap agar masyarakat merasa aman dan percaya selama proses pendataan berlangsung.
Baca juga: Menyusuri Jalur Ulin Bontang Mangrove Park, Wahana Liburan Murah Ramah Ekologi
Prosesi Penyematan Atribut dan Penyerahan Penghargaan Petugas Terbaik
Sebagai simbol resmi dimulainya pendataan di lapangan, Wali Kota Bontang dengan didampingi Kepala BPS Kota Bontang melakukan prosesi penyematan atribut Sensus Ekonomi 2026 kepada perwakilan petugas lapangan.
Momen apel ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik pelatihan petugas SE 2026, yang dianugerahkan kepada Diana Romansyah selaku peserta terbaik pelatihan gelombang I dan Rani Nur Azizah sebagai peserta terbaik pelatihan gelombang II.
Agenda ini turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, para Asisten Setda Kota Bontang, jajaran Forkopimda, Kepala BPS Kota Bontang Nur Wahid, Pejabat Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Bontang Arifatus Solikhah, Ketua Tim Pelaksana SE 2026 Dwi Cahyo Firmansyah, serta para kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Bontang.
Di akhir arahannya, Neni mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bersinergi menyukseskan SE 2026 karena ia optimistis semangat kebersamaan akan menghasilkan data statistik berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang matang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang