Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muhammad Arifin. (Foto: Ary/PPID Kota Samarinda)
KALTIM - Kehadiran Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, dalam prosesi Kaseh Selamat dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muhammad Arifin, pada Senin (9/2/2026), menjadi momentum emosional yang mempertegas kedekatan historis kedua wilayah.
Kunjungan yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong ini, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol penghormatan mendalam terhadap akar peradaban di Kalimantan Timur.
Dalam kunjungannya, Andi Harun menegaskan bahwa hubungan antara Kota Samarinda dan Kesultanan Kutai memiliki ikatan batin yang sangat kuat.
Secara historis, asal-usul nama Samarinda memang tidak bisa dilepaskan dari peran besar Kesultanan Kutai di masa lampau.
Melalui kehadiran ini, Pemerintah Kota Samarinda ingin memastikan bahwa identitas daerah yang berakar dari sejarah panjang tersebut tetap terjaga di tengah pesatnya pembangunan modern.
Baca juga: Asal-usul Nama Tenggarong: Jejak Rumah Raja dan Strategi Sultan Aji Imbut Membuang Sial
Prosesi Kaseh Selamat berlangsung dengan sangat khidmat, dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Sikap rendah hati dan santun yang ditunjukkan oleh Andi Harun saat mendatangi Sultan mencerminkan keharmonisan antara kepemimpinan pemerintahan masa kini dengan warisan luhur yang telah hidup selama berabad-abad.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, menjaga harmoni, serta meneguhkan komitmen dalam melestarikan budaya dan sejarah sebagai identitas daerah.
Ia menekankan bahwa pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang tidak tercerabut dari sejarah dan nilai luhur masyarakatnya.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menjaga harmoni, serta meneguhkan komitmen dalam melestarikan budaya dan sejarah sebagai identitas daerah,” ujar Andi Harun.
Baca juga: Siapa yang Mengatur? Menelusuri Aturan Protokol di Balik Insiden Kursi Sultan Kukar yang Viral
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam kunjungan tersebut meliputi penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi adat guna memperkokoh stabilitas sosial melalui pendekatan budaya.
Selain itu, Andi Harun menekankan pentingnya edukasi sejarah untuk mengingatkan kembali bahwa identitas Samarinda lahir dari rahim kebersamaan dengan Kesultanan Kutai, serta perlunya menjadikan kekuatan moral dan nilai leluhur sebagai basis utama dalam pengambilan setiap kebijakan daerah.
Andi Harun juga menyampaikan doa dan harapan agar Sultan Adji Muhammad Arifin senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam memimpin dan membimbing masyarakat.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin erat antara pemerintah daerah dan Kesultanan dapat terus mendorong pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Samarinda