Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah. (Foto: Tangkapan Layar)
KALTIM - Program Beasiswa Pendidikan Gratispol berhasil mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan di Kalimantan Timur dengan jangkauan penerima yang sangat masif.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, memaparkan data yang menunjukkan bahwa jangkauan program ini telah meluas hingga ke puluhan perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah.
Baca juga: Samarinda Goes To USA: Pemkot Jajaki Peluang Beasiswa Siswa Terbaik ke Universitas Ternama Amerika
Dasmiah menjelaskan bahwa berdasarkan catatan data sebelumnya, kuota beasiswa di Kalimantan Timur biasanya berada di angka yang jauh lebih rendah.
Maksimal pemberian beasiswa dalam satu tahun umumnya hanya berkisar di angka 3.000 penerima, sementara untuk program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) kuota maksimalnya berada di angka 5.000 per tahun.
“Kalau kamu lihat data memang Kaltim cemerlang itu maksimal yang pernah diberikan adalah satu tahun itu 3.000 begitu juga dengan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) itu maksimal 5.000 satu tahun untuk kuotanya,” ungkap Dasmiah memberikan perbandingan data.
Baca juga: Simak Cara Daftar Beasiswa Daerah Kaltim Melalui Program Gratispol
Loncatan kuota yang signifikan terlihat pada implementasi Beasiswa Pendidikan Gratispol yang menjangkau puluhan ribu mahasiswa hanya dalam satu semester, di mana Dasmiah merincikan bahwa total penerima telah mencapai 24.849 mahasiswa pada semester pertama di periode perubahan.
Program ini memiliki cakupan yang sangat luas dengan meliputi mahasiswa dari 52 perguruan tinggi yang berbeda, di mana sekitar 21.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Kalimantan Timur telah terakomodasi, sementara kurang lebih 3.000 mahasiswa Kaltim yang berkuliah di luar daerah juga mendapatkan hak yang sama.
Baca juga: Pemprov Kaltim Perkuat Komitmen Beasiswa Daerah di Kalimantan Timur bagi Mahasiswa Pascasarjana
Dasmiah menekankan bahwa lompatan angka ini harus disadari oleh masyarakat sebagai bentuk komitmen besar pemerintah dalam bidang pendidikan.
Tanpa bermaksud mendiskreditkan capaian program di masa lalu, ia menegaskan bahwa Beasiswa Gratispol hadir sebagai penyempurnaan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat luas saat ini.
“Sebenarnya ini harus disadari masyarakat bahwa bukan kita tanpa mendiskreditkan kalau yang dulu sangat bagus, pastinya program yang diberikan masyarakat pasti bagus,” pungkasnya menutup penjelasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber